Skip to main content

Five Points

Liburan ini membuat gue berpikir dan belajar banyak hal. Mudah-mudahan hasil pemikiran gue ini nggak membuat gue terpuruk, tapi membuat gue lebih baik.
  1. Nggak semua hal perlu diberikan penjelasan tentang kenapa sesuatu terjadi, tentang kenapa sesuatu muncul atau hilang, dan tentang-tentang yang lainnya;
  2. Terkadang banyak hal yang hanya bisa kita simpan sendiri karena terlalu sulit menjelaskannya kepada orang lain dan mungkin orang lain nggak bisa memahami apa yang kita alami. Anyway, ini berlaku kalau apa yang kita pikirkan/alami tidak mengganggu keberfungsian kita sehari-hari, ya. Masih dalam tahap normal. Kalau udah parah, please do tell anyone that you trust, and seek for help. Jangan sampai kamu depresi ya! *pesan sponsor mahasiswa Psikologi*
  3. Jangan pernah bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Lihat orang lain sebagai sekadar motivasi atau inspirasi, tapi bukan untuk merendahkan atau memandang rendah diri sendiri.
  4. Manusia punya kontrol terhadap dirinya. Sesuatu nggak akan pernah berubah kalau kita nggak berusaha untuk memunculkan perubahan itu. Kontrol lain memang ada pada Tuhan, tapi kita harus tetap berusaha dan ikhlas menerima apapun hasilnya.
  5. Husnudzan terhadap Allah adalah salah satu kunci kebahagiaan. Kalau suatu hal terjadi tidak sesuai dengan harapan kita, berprasangka baik pada Allah akan bikin kita lebih positif dan 'nrimo' dalam menjalani ketetapan yang Ia berikan.
  6. Percayalah akan kemampuan diri dan terimalah kelemahan diri. Jangan memiliki pandangan yang terdistorsi akan diri sendiri.
  7. Jangan terlalu banyak mikir! If you wanna do something, do it now before it's too late. Berpikir boleh, tapi nggak usah kelamaan. In the end you will miss the chance. Akan lebih menyesal ketika kita melewatkannya daripada ketika kita mencoba/mengambil kesempatan itu.

Comments

Popular posts from this blog

Mereka Yang Jadi Pemenang!

reblogged via tascajudge > sok tumblr :P every moments that feel soooo alive make up our mind. Sometimes, we wish the real thing turns into sumthin' fake. Kadang kita terlalu pengen merubah segalanya sampai akhir, menyesal karena gak berbuat yang lebih baik. Menyesal karena semuanya udah berlalu. Menyesal soalnya dia udah punya orang lain, milikin orang lain. Menyesal karena kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya, bukan diri kita yang bukan diri kita . Got it? (emg agak rumit sih-..- baca ulang deh) Ada nggak yang punya masalah kaya gitu? Umm, just asking, no other purpose. Seperti misalnya... Ummmmmmm, lo sayang banget sama satu orang. Whoever he/she is. Tiba-tiba lo ngerasain ada yang aneh. Saat-saat lo diharuskan berbagi sama orang lain. Sama cewek/cowok lain. Ada perasaan sakit di situ, ada perasaan marah, kesel, lo pengen tau kalo orang yang lo sayang itu lebih dulu kenal sama lo, lo pengen ngasih tau orang2 kalo org yang lo sayang itu cuman punya lo dan gak bole...

Looking Back to 2016

Sekarang udah tahun 2017, tapi emang gak ada bedanya bagi gue. Keluarga gue secara pribadi nggak merayakan tahun baru kayak mungkin orang-orang pada umumnya. Gak ada itu malem tahun baru keluar jalan-jalan, apalagi kita tau bakal macet banget di mana-mana hahaha biasanya sih tahun baru kita di rumah aja leyeh-leyeh. Kayak nggak ada bedanya hari ini dan besok, hanya beda di penulisan tanggal aja. Terlepas dari hal itu, gue mau me- review  sedikit mengenai tahun 2016, bukan sebagai sebuah pergantian tahun, tapi lebih kepada merangkum kehidupan akademis-non akademis gue. Kenapa? Karena kalau gue bisa bilang, BEM itu bener-bener jadi hal besar yang mengisi hari-hari gue dan biasanya itu berlangsung selama satu tahun untuk tiap periodenya. Jadi ketika tahun ini berakhir, berakhir pula kehidupan BEM gue sekaligus adanya pergantian kehidupan akademis. Penekanannya lebih ke hal itu sih hahaha. Looking back to 2016 , gue merasa melewati banyak hal besar di kehidupan gue. Relate  n...

Beberapa Hal yang Dirindukan

Menjadi mahasiswa baru berarti mengalami berbagai macam perubahan. Kadang-kadang, perubahan itu menyebabkan kerinduan terhadap beberapa hal. Misalnya, ketika suatu hal yang biasanya gue lakukan atau terjadi di kehidupan gue selama SMA, tiba-tiba nggak ada lagi di kehidupan perkuliahan lo, hal-hal itu akan jadi sesuatu yang gue rindukan. Setidaknya, untuk sekarang ini. 1. Hitung-hitungan Ini tuh ngangenin juga ya ternyata. Saat udah nggak ada lagi sesi belajar ngerjain-soal-berjam-jam-sampe-lupa-waktu, gue mulai menyadari betapa asiknya belajar kayak gitu. Sekarang gue ngambil jurusan Psikologi, sejauh ini yang gue pelajari sebagian besar hanya menghafal dan memahami, nggak ada menghitung. Entah kenapa sekarang gue kalo belajar nggak pernah berjam-jam seheboh dulu. Waktu SMA, gue bisa ngabisin waktu 2 jam lebih buat ngerjain soal hitungan. Kayaknya tuh bisa serius banget ngerjain soal hitungan, cuma ditemenin lagu, dan sedikit distraksinya. Ini sih sekarang ya, kalo kata senior sih b...