Skip to main content

Unconditional Positive (Self-)Regard

Acceptance is what makes someone feel loved and valued. When you can accept someone, when you can 'love' someone unconditionally, you help him* to love himself unconditionally, too. You help him realize that everything is not as perfect as his ideal condition. You help him realize that when he fails, everything is still going to be okay. You help him realize that failing at something is not the end of his life.

Thursday evening, December 17, 2015.
I realize that I should be more grateful for everything that I've had, done, or gotten. I am a human which means I will never be perfect. I will never get everything in this world. I should be grateful for what I am now. I should be thankful that I am actually living better than someone else in this world. I have complete family, I have supportive parents, I have friends, I have another significant person in my life, which always stay here, which always accept me the way I am now. I need to remind myself more and more, that I have something that anyone else doesn't. Even if somebody in this world also happens to have something in common with me, just deal with it. Every person is unique. I have unique combination which is not included in someone else's chromosomes. I should be aware that nobody is perfect. But in spite of the imperfectness, he or she will always be meaningful.

*it doesn't necessarily mean a guy. it's just a pronoun. it can be anyone, a guy or a girl.

Comments

Popular posts from this blog

Obrolan Mangkok dan Garpu tentang Panci.

"Lo kehilangan Panci  kan? Bukan sebagai yang bikin lo punya hubungan complicated . Tapi seorang Panci  yang selalu nanggepin cerita-cerita lo dengan cara yang nggak biasa dan nggak ada yang bisa nanggepin lo kayak Panci." ucap Mangkok kepada Garpu. Garpu nggak tahu alesannya, Garpu nggak tahu jawabannya secara jelas. Yang Garpu tahu, Garpu ingin Panci yang dulu. Tetapi, dunia juga tahu, bahwa faktanya, Garpu tidak bisa berpasangan dengan Panci.

Looking Back to 2016

Sekarang udah tahun 2017, tapi emang gak ada bedanya bagi gue. Keluarga gue secara pribadi nggak merayakan tahun baru kayak mungkin orang-orang pada umumnya. Gak ada itu malem tahun baru keluar jalan-jalan, apalagi kita tau bakal macet banget di mana-mana hahaha biasanya sih tahun baru kita di rumah aja leyeh-leyeh. Kayak nggak ada bedanya hari ini dan besok, hanya beda di penulisan tanggal aja. Terlepas dari hal itu, gue mau me- review  sedikit mengenai tahun 2016, bukan sebagai sebuah pergantian tahun, tapi lebih kepada merangkum kehidupan akademis-non akademis gue. Kenapa? Karena kalau gue bisa bilang, BEM itu bener-bener jadi hal besar yang mengisi hari-hari gue dan biasanya itu berlangsung selama satu tahun untuk tiap periodenya. Jadi ketika tahun ini berakhir, berakhir pula kehidupan BEM gue sekaligus adanya pergantian kehidupan akademis. Penekanannya lebih ke hal itu sih hahaha. Looking back to 2016 , gue merasa melewati banyak hal besar di kehidupan gue. Relate  n...

Mereka Yang Jadi Pemenang!

reblogged via tascajudge > sok tumblr :P every moments that feel soooo alive make up our mind. Sometimes, we wish the real thing turns into sumthin' fake. Kadang kita terlalu pengen merubah segalanya sampai akhir, menyesal karena gak berbuat yang lebih baik. Menyesal karena semuanya udah berlalu. Menyesal soalnya dia udah punya orang lain, milikin orang lain. Menyesal karena kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya, bukan diri kita yang bukan diri kita . Got it? (emg agak rumit sih-..- baca ulang deh) Ada nggak yang punya masalah kaya gitu? Umm, just asking, no other purpose. Seperti misalnya... Ummmmmmm, lo sayang banget sama satu orang. Whoever he/she is. Tiba-tiba lo ngerasain ada yang aneh. Saat-saat lo diharuskan berbagi sama orang lain. Sama cewek/cowok lain. Ada perasaan sakit di situ, ada perasaan marah, kesel, lo pengen tau kalo orang yang lo sayang itu lebih dulu kenal sama lo, lo pengen ngasih tau orang2 kalo org yang lo sayang itu cuman punya lo dan gak bole...