Skip to main content

Define 'good friend'

Saya merasa belum pernah menjadi teman yang baik untuk teman-teman saya. Coba kenapa?

Kadang-kadang, saya lupa untuk membalas chat mereka. Jujur, beberapa kali saya menghindari membalas chat mereka secepatnya karena saya sedang mengerjakan sesuatu yang cukup menyita atensi saya. Saya memilih untuk menundanya karena saya tidak ingin menjawab chat dengan balasan yang terkesan tidak niat. Sayangnya, kemudian saya lupa untuk membalas chat tersebut. Menyebalkan, bukan?

Saya juga masih sering lupa ulang tahun teman-teman saya ketika mereka ingat ulang tahun saya. Bukannya mencoba memberi pembenaran, tapi memang inilah kenyataannya. Saya tidak mudah menghafal tanggal lahir teman-teman saya. Sejak masuk SMA, terlalu banyak informasi yang masuk ke dalam kepala saya, sehingga tanggal lahir teman-teman menjadi tidak terlalu mudah diakses di memori saya. Namun, di saat saya ulang tahun, saya juga jadi sedih ketika teman yang saya anggap baik selama ini, ternyata tidak mengucapkan apa-apa. Terdengar egois, ya?

Ketika teman saya ingin cerita, beberapa kali saya bingung mau merespon seperti apa. Perlukah saya ikut-ikutan baper? Perlukah saya memberi saran yang comforting? Perlukah saya memberikan saran yang nyeleneh, sakit, menampar, tapi lebih memperluas pandangan? Atau, perlukah saya diam, karena saya percaya tidak semua orang yang bercerita ingin diberikan solusi. Sesederhana ingin cerita saja. Beberapa kali mungkin saya memberikan respon yang tidak sesuai di kondisi tertentu.

Masih banyak hal lain yang membuat saya bingung untuk menilai diri saya sebagai teman yang baik atau bukan. Saya juga tidak tahu bagaimana definisi a good friendship yang orang-orang katakan. Definisi yang dibuat tergantung bagaimana pengalaman mereka membentuk pemikiran mereka pula, kan?

Pada postingan kali ini, saya hanya ingin menyampaikan maaf kepada teman-teman saya. Untuk segala hal yang pernah saya perbuat atau tutur kata yang pernah menyakiti. Percayalah, saya tidak sempurna. Mohon maaf jika ekspektasi kalian terhadap saya sebagai teman, belum bisa saya penuhi. Sesungguhnya, saya mencoba untuk membahagiakan kalian juga. Saya ingin tetap berteman dengan kalian, bagaimana pun keadaannya.

Maaf jika belum bisa meluangkan waktu yang banyak untuk kalian. Semakin bertambahnya usia, saya sadar semua semakin punya kegiatan masing-masing, sibuk mengeksplor segala hal di sekitar saya, di sekitarmu, di sekitar kita. Saya berusaha menyeimbangkannya. Saya, kamu, kita, punya peran yang majemuk. Peran-peran tersebut memberi 'tugas' yang harus dipenuhi, kan?

Semoga kalian bisa memahami, ketika saya tidak bisa memenuhi sesuatu, bukan berarti saya tidak menganggap penting kalian lagi, tapi mungkin saya sedang memenuhi tugas saya pada peran yang lain. Semoga kalian selalu menjadi tempat saya 'pulang'.

Dan juga, semoga saya bisa memahami, ketika kalian tidak bisa memenuhi sesuatu, bukan berarti kalian tidak menganggap saya penting lagi, tapi mungkin kalian sedang memenuhi tugas kalian pada peran yang lain. Semoga saya juga selalu menjadi tempat kalian 'pulang'.


(postingan ini dibuat tanpa mengecek kembali alur pikiran dan pemilihan kata)

Comments

Popular posts from this blog

Mereka Yang Jadi Pemenang!

reblogged via tascajudge > sok tumblr :P every moments that feel soooo alive make up our mind. Sometimes, we wish the real thing turns into sumthin' fake. Kadang kita terlalu pengen merubah segalanya sampai akhir, menyesal karena gak berbuat yang lebih baik. Menyesal karena semuanya udah berlalu. Menyesal soalnya dia udah punya orang lain, milikin orang lain. Menyesal karena kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya, bukan diri kita yang bukan diri kita . Got it? (emg agak rumit sih-..- baca ulang deh) Ada nggak yang punya masalah kaya gitu? Umm, just asking, no other purpose. Seperti misalnya... Ummmmmmm, lo sayang banget sama satu orang. Whoever he/she is. Tiba-tiba lo ngerasain ada yang aneh. Saat-saat lo diharuskan berbagi sama orang lain. Sama cewek/cowok lain. Ada perasaan sakit di situ, ada perasaan marah, kesel, lo pengen tau kalo orang yang lo sayang itu lebih dulu kenal sama lo, lo pengen ngasih tau orang2 kalo org yang lo sayang itu cuman punya lo dan gak bole...

Looking Back to 2016

Sekarang udah tahun 2017, tapi emang gak ada bedanya bagi gue. Keluarga gue secara pribadi nggak merayakan tahun baru kayak mungkin orang-orang pada umumnya. Gak ada itu malem tahun baru keluar jalan-jalan, apalagi kita tau bakal macet banget di mana-mana hahaha biasanya sih tahun baru kita di rumah aja leyeh-leyeh. Kayak nggak ada bedanya hari ini dan besok, hanya beda di penulisan tanggal aja. Terlepas dari hal itu, gue mau me- review  sedikit mengenai tahun 2016, bukan sebagai sebuah pergantian tahun, tapi lebih kepada merangkum kehidupan akademis-non akademis gue. Kenapa? Karena kalau gue bisa bilang, BEM itu bener-bener jadi hal besar yang mengisi hari-hari gue dan biasanya itu berlangsung selama satu tahun untuk tiap periodenya. Jadi ketika tahun ini berakhir, berakhir pula kehidupan BEM gue sekaligus adanya pergantian kehidupan akademis. Penekanannya lebih ke hal itu sih hahaha. Looking back to 2016 , gue merasa melewati banyak hal besar di kehidupan gue. Relate  n...

Beberapa Hal yang Dirindukan

Menjadi mahasiswa baru berarti mengalami berbagai macam perubahan. Kadang-kadang, perubahan itu menyebabkan kerinduan terhadap beberapa hal. Misalnya, ketika suatu hal yang biasanya gue lakukan atau terjadi di kehidupan gue selama SMA, tiba-tiba nggak ada lagi di kehidupan perkuliahan lo, hal-hal itu akan jadi sesuatu yang gue rindukan. Setidaknya, untuk sekarang ini. 1. Hitung-hitungan Ini tuh ngangenin juga ya ternyata. Saat udah nggak ada lagi sesi belajar ngerjain-soal-berjam-jam-sampe-lupa-waktu, gue mulai menyadari betapa asiknya belajar kayak gitu. Sekarang gue ngambil jurusan Psikologi, sejauh ini yang gue pelajari sebagian besar hanya menghafal dan memahami, nggak ada menghitung. Entah kenapa sekarang gue kalo belajar nggak pernah berjam-jam seheboh dulu. Waktu SMA, gue bisa ngabisin waktu 2 jam lebih buat ngerjain soal hitungan. Kayaknya tuh bisa serius banget ngerjain soal hitungan, cuma ditemenin lagu, dan sedikit distraksinya. Ini sih sekarang ya, kalo kata senior sih b...