Skip to main content

Almost A Year, Everyone :)

It's already a year since my junior high graduation, and also Bali trip with my Junior High fellas.
It's been a year since I got accepted at my dream high school: SMAN 81 Jakarta.

And wow, it's almost A YEAR with my (used-to-be) new friends. They are not my new friends anymore, because we've been together since a year ago. I still remember freshly how upset I was, being together with them, spending days with them. I kept trying to adapt to this new family but still, how hard I was trying, nothing happened. I thought I would never feel the happiness in this class, I would never feel comfortable but those are proved WRONG.

I kinda regret all bad thoughts in my head about them. I didn't know what would happen next, right? And now, I can feel that I'm happy being their friend. I'm happy that I can go to school and meet them. I'm glad that I can make them laugh, they do too.

I forgot what day it was when we were all present in the class. I'm sad that on our last day studying together (except the final exam week, TOEFL test, and else) we're not going to be a full-team because our two friends, Icha and Nadhifa are now fighting to make us proud with their smartness (read: they are having National Science Competition training or something, I don't know exactly).

i'm going to continue in Bahasa.

Gak nyangka setahun itu bener-bener cepet. Jujur aja, gue dulu punya pemikiran "Kenapa sih gue nggak cepetan naik kelas aja? Sekelas sama anak-anak yang lebih asyik diajak ngobrol?" Nyesel banget pernah ngomong gini. Tapi toh penyesalan emang selalu datang terakhir. Asumsi gue emang bener-bener salah. Dulu gue anggep temen-temen gue ini nggak bisa diajak bicara seasyik temen-temen SMP gue, ataupun temen-temen diluar kelas ini. Ternyata, setelah gue sendiri mencoba untuk 'membaur', gue pun seperti menjilat ludah sendiri. Mereka itu super asyik dengan keragaman sifat mereka masing-masing.

Emang sih di tiap kelas itu gue yakin pasti terlihat nge-group nya. Di kelas gue pun begitu. Apalagi pas awal-awal, wah jangan ditanya, itu benar-benar keliatan. Tapi sekarang? Semua bisa aja kok ngobrol sama siapapun. Bisa ketawa bareng-bareng. tetep aja sih ada yang ini sama ini, itu sama itu. bukannya ngegeng atau ngegrup, lebih tepatnya, si ini lebih nyaman ngobrol sama si ini, tapi ini tetap bisa ngobrol, ketawa bareng si itu. yep, yo
u smart readers do know what i mean, y/y? :)

Ternyata udah ber-ratus hari yang kita lewatin bareng-bareng. Ketawa-ketawa ngakak like there's no tomorrow, ngata-ngatain sesama anak kelas (ya, Insya Allah sih itu semua hanya bercandaan belaka, hahaha :P), nyanyi-nyanyi, ke TMII buat tugas kimia, marathon film pas hari Rabu waktu guru-guru keracunan dan pada nggak masuk, juga akhir-akhir ini anak cowoknya pada main PES cup pake Macbook Karin (and the winner was Andre!), lalu Dzikrina yang bawa bola bekel hari Jumat lalu. Dan anak cewek pada main, nggak ketinggalan juga tuh anak cowoknya ikutan main bola bekel, heboh banget padahal cuma main bola bekel! apa karena gue sirik nggak bisa ikutan main? hahahaha nggaklah. but honestly, i can't play this game, ugh gotta learn how to play it!

X-1 bakalan naik kelas bulan depan (padahal dalam hitungan jam aja udah mau Juni...), semoga naik kelas dengan nilai yang bagus dan kita semua masuk di jurusan yang kita semua inginkan. Aamiin. Bentar lagi kelas 11 dan pasti kita punya adik kelas. Oke X-1 bakal ngumpul lagi, harus full team pas LTUB 2011 ya! :P

bye!

Comments

Popular posts from this blog

Mereka Yang Jadi Pemenang!

reblogged via tascajudge > sok tumblr :P every moments that feel soooo alive make up our mind. Sometimes, we wish the real thing turns into sumthin' fake. Kadang kita terlalu pengen merubah segalanya sampai akhir, menyesal karena gak berbuat yang lebih baik. Menyesal karena semuanya udah berlalu. Menyesal soalnya dia udah punya orang lain, milikin orang lain. Menyesal karena kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya, bukan diri kita yang bukan diri kita . Got it? (emg agak rumit sih-..- baca ulang deh) Ada nggak yang punya masalah kaya gitu? Umm, just asking, no other purpose. Seperti misalnya... Ummmmmmm, lo sayang banget sama satu orang. Whoever he/she is. Tiba-tiba lo ngerasain ada yang aneh. Saat-saat lo diharuskan berbagi sama orang lain. Sama cewek/cowok lain. Ada perasaan sakit di situ, ada perasaan marah, kesel, lo pengen tau kalo orang yang lo sayang itu lebih dulu kenal sama lo, lo pengen ngasih tau orang2 kalo org yang lo sayang itu cuman punya lo dan gak bole...

Looking Back to 2016

Sekarang udah tahun 2017, tapi emang gak ada bedanya bagi gue. Keluarga gue secara pribadi nggak merayakan tahun baru kayak mungkin orang-orang pada umumnya. Gak ada itu malem tahun baru keluar jalan-jalan, apalagi kita tau bakal macet banget di mana-mana hahaha biasanya sih tahun baru kita di rumah aja leyeh-leyeh. Kayak nggak ada bedanya hari ini dan besok, hanya beda di penulisan tanggal aja. Terlepas dari hal itu, gue mau me- review  sedikit mengenai tahun 2016, bukan sebagai sebuah pergantian tahun, tapi lebih kepada merangkum kehidupan akademis-non akademis gue. Kenapa? Karena kalau gue bisa bilang, BEM itu bener-bener jadi hal besar yang mengisi hari-hari gue dan biasanya itu berlangsung selama satu tahun untuk tiap periodenya. Jadi ketika tahun ini berakhir, berakhir pula kehidupan BEM gue sekaligus adanya pergantian kehidupan akademis. Penekanannya lebih ke hal itu sih hahaha. Looking back to 2016 , gue merasa melewati banyak hal besar di kehidupan gue. Relate  n...

Beberapa Hal yang Dirindukan

Menjadi mahasiswa baru berarti mengalami berbagai macam perubahan. Kadang-kadang, perubahan itu menyebabkan kerinduan terhadap beberapa hal. Misalnya, ketika suatu hal yang biasanya gue lakukan atau terjadi di kehidupan gue selama SMA, tiba-tiba nggak ada lagi di kehidupan perkuliahan lo, hal-hal itu akan jadi sesuatu yang gue rindukan. Setidaknya, untuk sekarang ini. 1. Hitung-hitungan Ini tuh ngangenin juga ya ternyata. Saat udah nggak ada lagi sesi belajar ngerjain-soal-berjam-jam-sampe-lupa-waktu, gue mulai menyadari betapa asiknya belajar kayak gitu. Sekarang gue ngambil jurusan Psikologi, sejauh ini yang gue pelajari sebagian besar hanya menghafal dan memahami, nggak ada menghitung. Entah kenapa sekarang gue kalo belajar nggak pernah berjam-jam seheboh dulu. Waktu SMA, gue bisa ngabisin waktu 2 jam lebih buat ngerjain soal hitungan. Kayaknya tuh bisa serius banget ngerjain soal hitungan, cuma ditemenin lagu, dan sedikit distraksinya. Ini sih sekarang ya, kalo kata senior sih b...